Thursday, December 3, 2015

Sehat atau Sakitkah Perusahaan Anda?



Seringkali kita mendengar cerita di sekitar kita atau membaca berita di media massa. Orang yang sangat kaya, tiba-tiba bangkrut tanpa meninggalkan harta sepeser pun. Ketika di masa jayanya mendapat sanjungan dari mana-mana, memiliki aset yang tidak sedikit, serasa kenikmatan dunia sudah di genggaman. Dan orang-orang di sekitar pun menilai, tidak mungkin orang ini nantinya akan gulung tikar. Tapi kenyataannya, di penghujung masa tua, akhirnya pikiran orang-orang pun menjadi terbalik. Yang sebelumnya pernah di atas, sekarang jadi di bawah. Membuat orang-orang merasa kasihan dengan apa yang menimpa orang-orang yang 'pernah' sukses ini.


Tidak cuma satu atau dua orang yang pernah mengalami hal ini. Ada banyak, yang masih hidup atau yang pernah menjadi bagian dari sejarah. Tentu bagi mereka yang sedang memiliki atau menjalankan perusahaan, tidak menginginkan hal ini terjadi. Inginnya perusahaan selalu berkembang, maju pesat dan tidak mengalami kemunduran atau kebangkrutan.


Hal ini yang sudah dipelajari para ahli untuk merumuskan mengenai kesehatan perusahaan. Rumus yang biasa dipakai adalah dengan Rasio Likuiditas dan Rasio Solvabilitas. Rasio Likuiditas menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban finansial berjangka pendek. Sedangkan solvabilitas menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban atau hutang pada saat perusahaan dilikuidasi atau membayar semua hutang-hutangnya.


Untuk bisa mengetahui dua rasio ini, tentunya dibutuhkan semua laporan keuangan. Baik laporan Neraca, Laba-Rugi, Arus Kas, atau Laporan Perubahan Modal. Tentu bukan hal yang mudah untuk bisa mendapatkan semua laporan keuangan ini. Semakin besar atau semakin rumit proses transaksi pada perusahaan itu, maka semakin rumit pula penyajian laporan yang harus disiapkan.


Untuk merekrut tenaga yang terampil akuntansi memang ada banyak, tapi itu saja tidak cukup. Kalau hanya mengandalkan proses laporan secara manual, laporan yang tersedia tidak selalu terupdate. Butuh tools atau software yang membantu agar proses penyajiannya bisa lebih cepat, selalu update. Dan mencakup semua laporan yang dibutuhkan.



Maka, tunggu apa lagi, untuk memakai Software Akuntansi? Apakah mau perusahaan menjadi sakit dulu baru memakai bantuan Software Akuntansi???

Plugin e-Faktur Zahir Accounting


Plugin e-Faktur berfungsi untuk membentuk file dengan format CSV yang digunakan untuk mengekspor transaksi dari Zahir Accounting versi 5.1 atau 6 ke aplikasi e-Faktur dan bukan langsung menghubungkannya dengan server DJP (Direktorat Jenderal Pajak). Fasilitas ini dapat membuat file tersebut untuk transaksi penjualan dan pembelian yang mengandung pajak.


Syarat pemasangan plugin e-faktur pada program zahir :

Bagi anda yang menggunakan program Zahir Accounting versi 6, Anda bisa memperoleh plugin e- faktur yang sudah terdapat pada update build 4b. Jika Anda masih menggunakan di bawah build 4b, silakan update software Anda dengan cara mendownload file update dari Zahir Support Centre kami di http://www.zahir.info > Pilih Pembaruan Software > Kemudian pilih Zahir Accounting 6 Build 4b (Semua Edisi Dongle). 

Sedangkan bagi anda yang masih menggunakan Program Zahir Accounting versi 5, Anda bisa memperoleh file plugin e-faktur yang sudah kami lampirkan dibawah ini. Anda bisa menempatkan file plugin yang telah diekstrak tersebut ke C:\Program Files\Zahir....... System Ver 5.\Plugin 

Klik Download untuk memperoleh file plugin e-Faktur program Zahir Accounting versi 5


Berikut ini syarat agar pengguna bisa mengekspor file csv e-faktur :

  • File Plugin ini hanya berlaku atau dapat digunakan untuk database zahir yang base currency nya IDR (Rupiah) 
  • Customer atau vendor harus memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Setiap nama customer ataupun vendor pada data nama alamat, kolom NPWP wajib diisi. 
  • Transaksi pembelian dan penjualan tiap invoice harus memiliki nomor seri faktur pajak dan mengunakan pajak (PPN). Pastikan nomor seri faktur pajak sudah diisi dan terbaca dengan cara mencetak atau hanya sekedar pratinjau (preview) faktur pajak, cek nomor seri faktur pajak pada tombol “Variabel” saat ingin cetak faktur. 



Catatan:
Untuk saat ini program Zahir Accounting baru menyediakan ekspor e-Faktur untuk transaksi penjualan dan pembelian. Transaksi retur akan menyusul kemudian.